Thursday, 22 Dec 2016

23 November 2015

SRI YATIMI AMAK YAHRI: MEMBAWA WAYANG MASUK KAMPUS

SEMANGAT SRI YATINI AMAK YAHRI TAK PERNAH KENDUR DALAM BERKESENIAN. IA PUN MENJADI KREATOR MASUKNYA SENI WAYANG DI RANAH KAMPUS.

SRI YATIMI AMAK YAHRI: MEMBAWA WAYANG MASUK KAMPUS

 

Teks: Rusli M.tang

IKREATIFONLINE.COM. Kecintaannya pada seni wayang orang tak pernah luntur. Bahkan di saat usianya menjelang 80 tahun, Ibu Amak (begitu ia dikenal) justru semakin eksis dengan hobinya berkesenian. Hebatnya, ia pun menjadi inisiator masuknya pendidikan seni wayang ke dunia kampus.

Apresiasi tinggi sudah selayaknya diberikan padanya. Perjuangannya membawa masuk Seni dan Budaya Wayang Orang yang begitu populer di Pulau Jawa, menjadi satu mata kuliah pilihan di Fakultas Ekonomi Universitas Trisakti (3 SKS), sungguh bukan perkara mudah. “Tahun 2009, saat sedang ramai berita bahwa Malaysia mengakui produk budaya kita, bersamaan itu saya terdorong untuk membuka sanggar di UniversitasTrisakti, khusus tari Jawa dan wayang. Tahun itu juga saya memberanikan diri untuk memberikan proposal ke Dekan,” kenang Dosen Bahasa Inggri di FE, Universitas Triksati, Jakarta.

Idenya disambut positif. Justru usulannya itu dijadikan satu mata kuliah pilihan. Di awal pembukaan mata kuliah pilihan wayang orang, pesertanya hanya tiga mahasiswa. Amak tidak menyerah. Waktu terus berlalu hingga akhirnya Seni Wayang Orang di Kampus Trisakti mendapat respons yang baik. Kini hampir setiap angkatan pesertanya mencapai 30-40an mahasiswa. Saat ini sudah angkatan kesepuluh, mahasiswa yang ikut mata kuliah ini mencapai 33 mahasiswa.

Lalu apa urgensi mata kuliah pilihan Seni Wayang Orang yang diterapkan bagi mahasiswa fakultas ekonomi? “Orang ekonomi kan menghitung terus. Dengan terjun ke bidang seni maka secara aktif otak kanannya akan diberdayakan sehingga terjadi keseimbangan dan dapat meningkatkan intelegensia,” ujar Amak, penulis buku berjudul Wayang, Sebagai Simbol Hidup dan Kehidupuan Manusia.

Terlepas dari itu, pastinya ia telah mengabdikan hidupnya di bidang kesenian. Di tengah gencarnya budaya asing yang masuk ke Tanah Air dan menjaditren, bukannya tidak mungkin kawula muda terlupakan akan kekayaan budaya yang dimiliki Indonesia. Padahal kesenian seperti wayang orang memiliki potensi dan greget yang luar biasa. Bukan hanya dari estetika, tapi juga filosofi dan falsafah hidup yang terkandung disetiap ceritanya.

Kini, Amak merasa senang dan bangga karena Seni Wayang Orang yang dibawanya masuk kampus telah menjadi mata kuliah pilihan dan memiliki peminat yang banyak. Setiap semester sedikitnya 30-an mahasiswa mengikutinya. Dan seperti mata kuliah lainnya yang perlu dinilai, ini pun diuji melalui ujian tengah semester, ujian akhir semester, pembuatan makalah, dan pementasan. “Khusus pementasan nilainya digabung dengan UAS (ujian tulis dan praktik—red),” ujar Amak yang menjadi dosen pengasuh pada mata kuliah pilihan Seni dan Budaya Wayang Orang ini.

Wanita yang meraih gelar Doktor di IKIP Jakarta (Universitas Negeri Jakarta—red) ini memang tak sendirian dalam menebarkan ilmu seni dan budaya wayang orang. Ia dibantu oleh profesional yang menjadi pelatih, pelaku, dan sutradara Wayang Orang Bharata (Jakarta). “Saya merasa terenyuh dan bangga juga dengan pencapaian ini. Ternyata kita tidak bisa menjudge mereka (mahasiswa—red) tidak suka wayang. Mereka itu cuma tidak mengenal. Setelah kita perkenalkan mereka justru tertarik,” ucap Amak dengan mata berbinar.





NEWSLETTER


creative-ads