Thursday, 22 Dec 2016

10 November 2015

Menperin: Industri Kreatif Terus Berkembang

"Swarna Fest 201"

Menperin: Industri Kreatif Terus Berkembang

 

IKREATIFONLINE.COM. Pemerintah mengapresiasi peran pelaku industri kreatif karena berkontribusi pada perekonomian dan pertumbuhan industri nasional. Selain nilai ekonomi, para pelaku industri ini juga memperkuat citra produk Indonesia yang ramah lingkungan.

"Pelaku industri kreatif, khususnya di bidang tenun dan batik, punya stamina yang kuat sehingga konsisten dalam memanfaatkan bahan baku ramah lingkungan. Selain itu, rekan-rekan juga penuh semangat melestarikan kekayaan adat dan kearifan lokal Indonesia melalui penggunaan serat dan warna alami," ujar Menteri Perindustrian Saleh Husin, dalam keterangan pers yang diterima Republika, Jumat (6/11).

Saleh menyampaikan hal tersebut saat membuka secara resmi Festival Serat dan Warna Alam Indonesia "Swarna Fest 201" di Pantai Nemberala, Kabupaten Rote Ndao, Pulau Rote, Nusa Tenggara Timur, Jumat (6/11). Kegiatan ini melibatkan lebih dari 500 orang yang berasal dari perajin tenun yang menggunakan serat dan warna alam serta industri kecil dan menengah (IKM-IKM) produk unggulan dari Kabupaten Rote Ndao, desainer, maupun pegiat warna dan serat alam.

Data statistik menunjukkan kontribusi industri kreatif terhadap produk domestik bruto (PDB) dari tahun ke tahun terus meningkat. Jika pada 2013 kon tribusinya baru mencapai 6,9 persen, maka setahun lalu naik menjadi 7,6 persen. Untuk tahun ini, diperkirakan kontribusi industri kreatif terhadap PDB mencapai 8,0 sampai dengan 9,0 persen. Sampai Juni 2015, sumbangan industri kreatif terhadap PDB telah mencapai 6,3 persen atau mencapai Rp 104,73 triliun.

Saleh optimistis industri kreatif ini semakin berkembang seiring perlindungan pemerintah yang dilakukan melalui pendekatan indikator geografis. Akhir September lalu, enam kementerian menandatangani nota kesepahaman tentang perlindungan dan pengembangan potensi produk indikasi geografis. Secara garis besar, indikasi geografis dipahami sebagai penggunaan nama lokasi, di mana sebuah produk diproduksi atau terkait lokasi yang identik dengan produk. Ambil contoh, tenun ikat rote, kain songket palembang, dan kue lapis talas bogor.

Pemakaian serat dan pewarna alami, diharapkan Pemerintah Provinsi NTT dapat meningkatkan pendapatan penenun. "Kreativitas mama-mama penenun menciptakan nilai tambah dan menambah kesejahteraan, sekaligus mempertahankan hasil budaya NTT," kata Wakil Gubernur NTT Benny Alexander Litelnoni. Khusus di Kabupaten Rote Ndao, Kemenperin memberikan pelatihan dan bimbingan teknis untuk pakaian jadi, gula semut, pendampingan pencelupan warna alam, dan kerang-kerangan.

"Pengembangan industri kreatif di Rote Ndao dilakukan sesuai dengan potensi daerah dan kreativitas masyarakat." kata Bupati Rote Ndao, Lens Haning. ed: Muhammad Iqbal.

 http://www.republika.co.id/berita/koran/ekonomi-koran/15/11/07/nxfo8b1-menperin-industri-kreatif-terus-berkembang





NEWSLETTER


creative-ads