
Teks: Zal Hanif Foto: Ade Riyan Purnama
Peran aktif sektor dunia usaha yang direpresentasikan melalui Kamar Dagang dan Industri (Kadin) di daerah dalam pengembangan dunia usaha termasuk sektor Ekonomi kreatif serta UKM sangat dibutuhkan. Sadar akan tingginya ketergantungan pengusaha kecil dan pelaku industri kreatif terhadap Kadin tersebut, membuat Kadin Sulawesi Selatan (Sulsel) terus berupaya memberikan yang terbaik, terutama terhadap anggota-anggotanya.
“Sebagai fasilisitator, Kadin tidak setengahsetengah mendorong dan mengembangkan perekonomian khususnya industri keratif di Kota Makassar, dan Sulawesi Selatan secara umum. Salah satunya dengan menjalin komunikasi dengan Pemerintah Daerah/Kota dan membantu membuka akses pelaku industri kreatif ke perbankan,” ungkap Zulkarnain Arief Ketua Kadin Sulawesi Selatan (Sulsel).
Pengusaha kelahiran 8 November 56 tahun silam ini mengaku, perkembangan industri kreatif di Makassar begitu pesat dan sangat mengembirakan. “Kebetulan Pak Walikota dan jajarannya sangat konsern memajukan industri kreatif di Makassar, dengan programprogram dan terobosan menarik. Jadi semua terbuka, dan Kadin tinggal mendukung dan mendorong agar program tersebut terus berjalan. Salah satu yang kami (Kadin) lakukan adalah dengan mewajibkan toko-toko modern untuk memasarkan minimal 40 produk lokal. Lebih dari itu, Kadin juga memberikan kesempatan kepada calon-calon pengusaha untuk menambah pengalaman. Kami berupaya mencetak sekurangnya 3 pengusaha setiap desa di Sulsel,” terangnya.
Saat ini setidaknya tercatat sekitar 130 ribuan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di Makassar. Hanya saja, sebagian besar belum memanfaatkan teknologi (IT) terkini, tertama dalam hal pemasaran. “Kedepan kita harus lebih memanfatkan teknologi, sehingga harapan kami dan Pemkot Makassar, industri kreatif yang begitu potensial dan jumlahnya sangat besar di Makassar ini bisa berubah wajah, mindset, dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri,” imbuh Zulkarnain bersemangat.
Kendala lain yang dihadapi pelaku industri kreatif di Makassar ataupun Sulsel adalah akses ke perbankan. Menurut Zulkarnain, dari 130 ribu pelaku UMKM tersebut, baru sekitar 30%-nya yang memiliki akses ke perbankan.
“Jadi patut kita apresiasi bagaimana peran Pemkot Makassar untuk memajukan industri kreatif dengan mengubah mindset para pelaku industri kreatif. Tidak hanya itu, dari 976 ribu anggota (dari 59 asosiasi) yang tergabung di Kadin, kini arahnya juga sudah mulai ke arah yang lebih modern atau dengan memanfaatkan teknologi. Karena kami sadar, salah satu ciri daerah maju, ya teknologinya juga maju,” ujarnya.
Ya, sebagai pintu gerbang utama kawasan Timur, Makassar memang memiliki potensi yang luar biasa dalam urusan industri kreatif. Tinggal bagaimana pemerintah yang didukung Kadin Kota Makassar mampu mengelola potensi yang ada tersebut.