-_memulai_bisnis_clothing_dari_cinta_20151229043922.jpg)
Teks & Foto: Ade Riyan Purnama
IKREATIFONLINE.COM. Bandung dan clothing adalah dua hal yang tidak mungkin terpisahkan. Berwisata ke Bandung adalah menelusuri banyaknya distro (distribution outlet) keren yang tidak akan kita dapat di daerah lain. Dan Dendy Darman adalah salah satu maestronya. Pria kelahiran Makassar yang lantas merantau ke Bandung untuk melanjutkan kuliahnya di Fakultas Seni Rupa dan Desain ITB ini adalah pecinta sejati. Baginya clothing adalah cinta. Dendy tak mencari uang di situ, tapi ia menyakini sedang melakukan hobi yang sangat dicintainya, yaitu mendesain kaos.
Sejak tahun 1998 ia mulai membuat bisnis distro clothing dengan modal awal Rp50.000. Tak ada yang menyangka dan mungkin dia sendiri pun tak pernah mengira bahwa usahanya akan maju pesat seperti saat ini. Jika dulu produknya dijual secara direct marketing, kini hampir produk kaosnya dapat dijumpai di distro se-Indonesiabahkan luar negeri. Dendy yang telah memiliki 70 orang karyawan mengaku tak puas hanya berkarya di bidang fashion kaos. Kini, ia pun tengah melakukan ekspansi bisnis ke furnitur. Boleh jadi, cinta membuatnya tak melihat hal selain kesenangan itu sendiri.
Bahkan Dendy mengatakan, para karyawan yang kini bekerja di tempatnya juga datang secara alami. “Berawal dari hanya sekadar main, lantas menemukan cinta yang sama dan akhirnya bergabung dalam UNKL 347,” ujar Dendy yang memulai usaha clothing di rumah kontrakan bernomor 347 di kawasan Dago Atas, Bandung.
Promosi yang dilakukan Dendy untuk marketing kaosnya pun hanya bermodalkan mulut ke mulut. Namun sebab cinta itulah, UNKL 347 menemukan banyak customer yang juga lantas jatuh hati pada karya design Dendy.
Berawal dari market band Indie, lantas merambah hingga ke luar negeri dan begitu banyak customer yang menggunakan produksinya, Dendy bersama 3 Owner UNKL lainnya mulai berpikir untuk lebih fokus dan serius. UNKL tidak bisa dibiarkan berkembang dengan sistem semata. Kini daya kreativitas sudah harus mulai digodok. “Sebab, pasarnya sudah sampai pada family market dimana penggunanya mulai heterogen,” ungkap Dendy.
Kata Dendy, proses desain yang didihasilkan adalah hasil dari inspirasinya yang ‘entah kemana’. “Inspirasi bisa didapat dari sekadar duduk atau jalanjalan lantas berbuah sebuah desain yang tak biasa,” ujar Dendy. Baginya mendesain adalah mencintai. Ia bisa mendesain sebuah cloth semalaman tanpa istirahat. Kekuatan yang datang bertubi-tubi dengan ispirasi yang membanjir adalah wujud dari kecintaannya pada seni desain. Dan kecintaannya itu – sekali lagi menjadi pijakanyang kuat dalam menjalankan bisnis distro clothingnya.
Menurutnya, sebab menjalankan bisnis ini bukan sekedar mencari uang, tapi juga sebab cinta, setia, dan keyakinan. Maka segala hambatan dan halangan yang muncul bertub-tubi padanya pun dianggap biasa. Bagi penggemar kalimat: love your job and you don’t have to work for the rest of your life maka Uncle Dendy ini adalah representasi paling tepat dari kalimat tersebut. Sebab jika ditanya tentang apa cita-citanya, sejak kecil Dendy selalu mengatakan, nggak ada. Sementara di otaknya sudah tergambar kecintaan yang begitu besar pada seni rupa khususnya desain.
Dari hal itulah, keberangkatan sukses UNKL 347 perlahan-lahan mengudara. Bisnisnya meroket tanpa kesulitan. Karena penggarapan yang hanya berlandaskan cinta semata hasilnya pasti akan menjadi sangat luar biasa. UNKL 347 adalah bukti konkret dari hal itu. Setidaknya kini UNKL 347 memiliki omzet ratusan juta setiap bulannya.