Monday, 28 Nov 2016

20 November 2015

Yoha Friska Mei Fanny (Fashion Designer): INOVATOR BUSANA MUSLIM

Ia muncul di antara sejumlah desainer senior. Representasi anak muda kreatif dengan ide-ide yang fashionable.

Yoha Friska Mei Fanny (Fashion Designer): INOVATOR BUSANA MUSLIM

 

IKREATIFONLINE.COM. Dalam perhelatan Indonesia International Islamic Fashion and Products yang berlangsung di Jakarta Convention Center, September 2015 lalu, sejumlah desainer mengamini tentang potensi Indonesia akan menjadi pusat busana muslim dunia. Hal ini tentu saja memacu semangat para perancang busana  untuk lebih inovatif lagi dalam berkarya.

Inovasi-inovasi baru pun bermunculan. Sebut saja nama-nama desainer kondang macam Ida Royani, Zainal Songket, Itang Yunasz, dan lain-lain yang cukup aktif menggelar karyanya.
 
Namun di antara sejumlah nama desainer ternama itu, muncul seorang Yoha Friska Mei Fanny. Anak muda yang siap menggoyang panggung fesyen Indonesia, khususnya busana muslim.

Usianya baru 27 tahun. Namun di balik usia belia itu, Yoha (nama panggilannya) telah menunjukkan kematangan dalam berkarya. Teranyar adalah dengan menjuarai lomba merancang busana muslim (LMBM), yang diselenggarakan majalah Noor, pada Juni 2015 lalu. Tak heran jika pada peragaan busana bertema Ethnic Urbanovation di Indonesia International Islamic Fashion and Products, Yoha disandingkan dengan sejumlah desainer ternama Indonesia.

“Alhamdulillah saya bisa bersanding dengan guru-guru senior, dimana saya muncul sebagai representasi anak muda. Saya excited sekali diajak bergabung di acara ini,” ungkap lulusan sekolah mode ESMOD Jakarta ini.
 
Dalam peragaan busananya ini, Yoha menampilkan delapan rancangan busana muslim yang menggunakan bahan tenun dari Lombok. “Kali ini saya mencoba tantangan membuat desain etnik. Saya memilih tenun Lombok karena memiliki daya tarik fesyen yang kuat,” jelas dara manis yang juga lulusan Fakultas Hukum, Universitas Andalas, Padang.

Yoha yang selama ini dikenal membuat desain casual berbahan urban ini mengaku bangga sebagai orang Indonesia, yang memang kaya akan potensi tenun nusantara. “Nggak perlu beli brand luar karena brand kita nggak kalah bagus. Kain kita juga nggak kalah,” imbuh Yoha yang mengaku menggemari fesyen sejak usia empat tahun.  Ke depan, Yoha mengaku akan terus eksis dan lebih inovatif lagi dalam menelurkan karya-karyanya.





NEWSLETTER


creative-ads