
Jakarta,ikreatifonline.com-Untuk mengembalikan imej jamu sebagai minuman kesehatan dan meningkatkan konsumsi masyarakat terhadap jamu, PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk mengenalkan konsep Kafe jamu. Kafe jamu yang dikembangkan oleh Sidomuncul itu menyajikan jamu dengan formula rasa tidak pahit, namun tetap menyegarkan dan berkhasiat.
Salah satu kafe jamu modern itu terletak di Graha Muncul Mekar, Jalan Arteri Kelapa Dua, Kebun Jeruk, Jakarta Barat. Ruangan didisain modern, lengkap dengan bartendernya. Bartender itulah yang akan meramu dan melayani pesanan pengunjung. Kafe itu dibuat sebagai tempat nongkrong yang asyik. Selain memesan jamu, pengunjung juga bisa menikmati karya seni, budaya, bahkan makanan kuliner khas Indonesia lainnya.
“Budaya atau selera masyarakat terhadap jamu harus dikembalikan kepada khitahnya. Penyebutan nama kafe bermaksud mengajak pengusaha atau para pedagang jamu, bisa mengangkat imej jamu masa kini,” cetus Sofjan Hidayat, Direktur Utama PT Industri Jamu dan Farmasi SidoMuncul Tbk.
Lewat Yayasan Sentra Jamu Indonesia, Sofyan berinisiatif menawarkan konsep bisnis ini tidak hanya sekedar menaikkan gengsi jamu, tetapi juga memberikan keuntungan bagi pedagang jamu.
Ke depan, kafe jamu tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di seluruh Indonesia. Rencananya 20 ribu kafe jamu akan disebar ke penjuru nusantara.
Kafe Jamu itu sendiri lanjut Sofyan bukanlah bangunan resto atau kafe mewah dan berbiaya mahal. Kafe jamu bisa juga sejenis warung atau kios jamu yang didisain secara modern dan bisa didirikan dimana saja serta oleh siapa saja dengan fokus jualan berupa produk jamu
Untuk memulai usaha kafe jamu, modalnya tidak banyak, paling kecil itu Rp 750 ribu dengan omset bisa mencapai minimal Rp 12 juta per bulan. “Pedagang dan peracik jamunya juga akan diberi pelatihan resep dan cara membuat jamu yang enak. Saya yakin banyak yang mau," tambah Ketua Yayasan Sentra Jamu Indonesia.
Untuk merealisasikan keinginan membuka 20 ribu kafe jamu diseluruh daerah, SidoMuncul kemudian menggandeng PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. BRI sebagai kreditor akan memberikan kredit usaha rakyat (KUR) sebesar maksimal Rp 25 juta kepada pemilik kafe.
Selain mendapat rekomendasi sebagai penerima modal usaha dari BRI, Pemilik kafe juga diberikan peluang tempatnya sebagai agen laku pandai (BRI Link), memasarkan jasa dan produk BRI.
Senior Eksekutif VP bidang UKM dan Consumer Banking BRI, Supari menyatakan, pihaknya siap memasangkan tim laku pandai (agen BRILink) untuk menjemput distributor jamu yang akan membuka kafe Jamu.
"Kami juga membuka kesempatan untuk agen BRI Link di kafe jamu dimana akan ada sharing fee dari transaksi yang dilakukan. Saat ini agen BRI Link kami sebanyak 62 ribu unit di Indonesia. Kerjasama ini tinggal diintegrasikan saja dengan BRI Link," pungkasnya.EEP