Monday, 17 Jul 2017

20 November 2015

Sri Astuti, (Pemilik Bakpia Pathok 145): BUAH INOVASI DAN PENGALAMAN

Pengalaman menjadi sales toko oleh-oleh memunculkan ide untuk membuat bakpia sendiri. Rasa dan kualitas terbaik coba disuguhkan.

Sri Astuti, (Pemilik Bakpia Pathok 145): BUAH INOVASI DAN PENGALAMAN


Teks: Zal Hanif

IKREATIFONLINE.COM. Bagi Anda yang kebetulan berkunjung ke Yogyakarta, kurang pas rasanya jika tidak mencicipi atau membawa makanan khas Yogyakarta; bakpia pathok. Ya, meskipun makanan ini pada awalnya dibuat dan dipopulerkan oleh warga Yogyakarta keturunan Tionghoa, namun tak dipungkiri bahwa bakpia sudah sedari dulu lebih dikenal sebagai oleh-oleh khas Yogyakarta.

Dan untuk mendapatkan maka-nan yang banyak digandrungi para wisatawan lokal maupun manca-negara ini sebetulnya tidaklah sulit. Hampir setiap toko ataupun sentra penjualan oleh-oleh di Yogyakarta, menyajikan makanan ringan yang lezat ini.

Salah satunya toko penjual bakpia pathok yang ramai diminati adalah Bakpia Pathok 145. Bakpia yang disajikan pada toko yang berlokasi di Gambiran UH V/15 Yogyakarta ini memang sedikit berbeda. Dari sisi rasanya saja, hasil olahan Sri Astuti dan keluarga ini terasa lebih lembut dan gurih.

“Kami memang lebih mengutamakan kualitas demi kepuasan konsumen. Ini sesuai dengan visi kami untuk menjadi icon oleh-oleh yang unggul dan berkualitas, sehingga orang tidak hanya datang sekali untuk berbelanja di toko kami,” ujar Sri Astuti, pemilik Toko Bakpia Phatok 145, Yogyakarta.

Perlahan namun pasti, keinginan Sri Astuti dan keluarga untuk mewujudkan visinya tersebut sudah semakin dekat. Lihat saja, meski membuka usaha dengan latar ekonomi pas-pasan, kini berkat semangat dan kerja kerasnya, setidaknya saat ini Toko Bakpia Pathok 145 selalu ramai dikunjungi pemburu buah tangan khas Jogyakarta. Bahkan dalam satu hari, mantan pegawai negeri sipil (PNS) ini bisa melakukan transaksi setidaknya Rp8 juta hingga Rp10 juta per hari.

“Kami memulai usaha ini tahun 1997, dengan modal uang pinjaman sebesar Rp500 ribu. Kami harus mencoba berulang kali membuat bakpia untuk menghasilkan bakpia berkualitas dengan cita rasa seperti sekarang ini. Seiring dengan itu, kami juga memproduksi jenis makanan khas lainnya, seperti wingko babat, yangko, ampyang jahe, dan gula kelapa muda,” kenang ibu dari 3 orang anak ini.

Lebih dari itu, Sri Astuti menu-turkan, saat ini konsumen semakin lebih mudah untuk mendapatkan Bakpia Pathok 145. Pasalnya, sejak akhir 2013 lalu, Sri Astuti membuka gerai baru, dengan area toko serta parkir yang lebih luas plus fasilitas yang relatif lebih lengkap di Jl. Kusumanegara No.151 Muja Muju Yogyakarta. 

“Syukur alhamdulillah, kami semakin berkembang dan keper-cayaan konsumen semakin me-ningkat. Usaha yang kami mulai de-ngan dua karyawan sekarang sudah memiliki lebih dari 40 karyawan tetap. Bahkan untuk hari-hari libur, kami harus menambah tenaga bantuan 20-30 orang,” ungkap Sri Astuti yang diamini suami dan anak-anak tercinta.





NEWSLETTER


creative-ads