Thursday, 22 Dec 2016

17 November 2015

A. ZAKI ISKANDAR (BUPATI TANGERANG): “MALL HARUS SIAPKAN GERAI BAGI INDUSTRI KREATIF”

INDUSTRI KREATIF KABUPATEN TANGERANG AKAN LEBIH BERGAIRAH DAN TERUS BISA MELEJIT BILA PEMERINTAH MEMBANTU PROMOSI, MEMBENAHI SISTEM PEMASARAN, MEREK, DAN PENGEMASAN PRODUK.

A. ZAKI ISKANDAR (BUPATI TANGERANG): “MALL HARUS SIAPKAN GERAI BAGI INDUSTRI KREATIF”

 

Teks: Zal Hanif

IKREATIFONLINE.COM. Bicara soal potensi industri kreatif di Nusantara ini memang tak ada habisnya. Setiap daerah memiliki keunikan dan keunggulan tersendiri. Tak heran jik sektor ekonomi kreatif semakin menjadi andalan pertumbuhan ekonomi nasional. Dan bisa dikatakan, industri kreatif di daerah belakangan menjadi salah satu tulang punggung kebangkitan ekonomi di daerah tersebut. Tak terkecuali di wilayah Kabupaten Tangerang-Banten.

Sebagai kawasan penyangga Ibu Kota Jakarta, tidak bisa dipungkiri bahwa Kabupaten Tangerang memiliki potensi besar dalam hal pengembangan industri kreatif. Maklum, selain jaraknya hanya sekitar 30 kilometer dari DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang juga memiliki mayoritas penduduk yang sehari-hari bekerja di Jakarta. Tinggal bagaimana Pemerintah Pusat dan juga Pemerintah Daerah mampu mendorong dan mengelola potensi yang ada tersebut.

“Banyak sekali talenta-talenta muda kreatif di Tangerang ini. Lihat saja di sepanjang Jalan Raya Serang. Di sepanjang jalan itu dipenuhi produk-produk sepatu dan sandal yang diproduksi anak muda kreatif dan inovatif. Hanya saja mereka selama ini terkesan jalan sendiri. Pemerintah seharusnya hadir untuk mendorong dan memberikan fasilitas kepada anakanak muda kreatif itu,” ungkap A.Zaki Iskandar, Bupati Tangerang, kepada iKreatif awal Juni lalu di Tangerang.

Menurut pria kelahiran Cimahi, 1973 ini, banyak hal yang bisa dilakukan oleh Pemerintah dalam membantu talenta muda kreatif ini. Di antaranya dengan memberikan fasilitas seperti membangun sanggar, workshop, Balai Kerja dan Latihan (BLK), dan lainnya. “Di samping itu permerintah juga mesti memberikan insentif seperti pinjaman modal bergulir, pinjaman tanpa agunan dan sebagainya. Soal produknya, serahkan kepada masyarakat. Jangan dibuat-buat atau direkayasa. Biarkan mereka berkreasi dan berinovasi,” tegas mantan anggota DPR RI periode 2009-2014 ini.

Ia pun mencontohkan, banyaknya anak muda Tangerang yang memproduksi sepatu olah raga bermerek dengan kualitas beragam. ”Mulai dari KW 1 sampai KW 3 ada di sini. Itukan sebetulnya industri kreatif. Tinggal bagaimana keinginan Pemerintah Pusat untuk memberikan insentif kepada pengrajin di Tangerang ini. Yang tadinya mereka memproduksi sepatu dengan brand ternama tapi ilegal, pemerintah memberikan mereka kemudahaan untuk membuat produk merek mereka sendiri, atau dibantu hak patennya,“ terang jebolan Victoria University Australia ini.

Kreativitas Pemda

Untuk lebih menggairahkan industri kreatif di Tangerang, suami Tri Hesti Yulianti ini menuturkan, pihaknya saat ini tengah menyiapkan aturan untukmewajibkan semua pusat perbelanjaan atau mal di wilayah Kabupaten Tangerang untuk menyiapkan gerai bagi produk industri kreatif dan home industry.

Meski demikian, produk kreatif yang masuk ke mal-mal tersebut harus sudah melalui tahapan seleksi dan pemeriksaan instansi yang berwenang. “Misalnya saja untuk makanan, itu harus sudah ada pemeriksaan dari dinas kesehatan dan BPOM (BadanPengawas Obat dan Makanan—red). Selanjutnya mungkin bisa dibantu oleh Dinas Perindustrian untuk packaging (pengemasan) dan sebagainya.

Ya, bagaimanapun kreativitas dan peran Pemda sangat menentukan untuk pengembangan industri kreatif di Indonesia ke depan. Karena itu, pria murah senyum ini sangat yakin, jika Pemda proaktif dalam membimbing dan mengembangkan industri kreatif di daerahnya, dan Pemerintah Pusat memberikan dukungan melalui penciptaan iklim usaha yang kondusif, memberikan insentif serta memberikan akses yang lebih mudah, akan membuat industri kreatif Tangerang semakin bergairah.





NEWSLETTER


creative-ads