
Teks: Iwan K & Rusli
IKREATIFONLINE.COM. Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menggelar Festival Industri Kreatif Kota Depok 2015 dengan tema Berkreasi Tanpa Batas (Unlimited Creation) di halaman kantor Walikota Depok, tanggal 3-7 Juni 2015. Beragam pelaku industri kreatif mulai dari kuliner, fashion, desain dan printing, hingga kerajinan tangan, menampilkan diri di ajang ini.
Walikota Depok Nurmahmudi Ismail mengatakan, Pemkot Depok akan terus berusaha semaksimal mungkin untuk mendorong kemajuan industri kreatif di Kota Depok. Dengan majunya industri kreatif di Depok maka akan berdampak pula kepada peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Depok.
Apa saja pemikiran Menteri Kehutanan dan Perkebunan semasa Presiden Abdurrahman Wahid, yang kini menjabat Walikota Depok selama dua periode (2006-2011 dan 2011-2016) ini? Berikut obrolan iKreatif dengan politisi PKS ini di lokasi kegiatan Festival Industri Kreatif Kota Depok:
APA LATAR BELAKANG ANDA MENGGELAR FESTIVAL INDUSTRI KREATIF KOTA DEPOK?
Motivasi penyelenggaraan Festival Industri Kreatif Depok karena Pemerintah Kota Depok memahami bahwa di Kota Depok ini tidak ada sumber daya alam, jadi harus mengandalkan kreativitas dari sumber daya manusia untuk menghasilkan aneka macam produk yang bisa dihasilkan melalui sebuah rekayasa, inovasi dan kreativitas dalam bentuk barang.
Pemerintah telah mencoba untuk mendefinisikan aneka produk yang disebut sebagai produk industri kreatif. Mulai dari kuliner, fashion, periklanan, percetakan, seni pertunjukan, siaran radio, sampai kepada research and development. Produk-produk ini ternyata mengandalkan sumber daya manusia yang kreatif.
BERARTI KEHADIRAN DAN KEMAJUAN INDUSTRI KREATIF DI DEPOK SANGAT DIHARAPKAN?
Semakin tinggi industri kreatif itu bekerja maka akan semakin tinggi juga perekonomian Kota Depok, tingkat kemiskinan semakin berkurang, pengangguran semakin berkurang dan dampaknya juga indikator daya beli semakin tinggi dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) juga semakin tinggi. Untuk Kota Depok saat ini IPM sudah menduduki ranking ketiga se- Indonesia dan tidak mustahil bahwa Depok akan bisa menjadi nomor satu IPM di Indonesia apabila industri kreatif ini diperbesar.
POTENSI INDUSTRI KREATIF APA SAJA YANG ADA DI KOTA DEPOK?
Salah satunya yaitu kuliner. Kuliner memiliki daya serap tenaga kerja yang sangat tinggi. Dari total tenaga kerja yang terserap di industri kreatif di Kota Depok yang jumlahnya mencapai 90.000 tenaga kerja, paling banyak terserap pada industri kuliner yang jumlahnya mencapai 38.000 tenaga kerja.
APA YANG DIRASAKAN MASIH KURANG DARI INDUSTRI KREATIF DI KOTA DEPOK?
Saya melihatnya pelaku industri kreatif perlu terus meningkatkan daya juang di dalam memanage sebuah bisnis. Kemudian mengarahkan kreativitas menjadi sebuah produk yang bisa dikomersialkan. Kontinuitas sebuah produk itu akan sangat bergantung kepada sejumlah faktor. Pertama yakni konsistensi dari kualitas produk yang dihasilkan. Kemudian juga bisa membaca kebutuhan masyarakat konsumen. Faktor-faktor tadi yang harus ditingkatkan.
KENDALA APA YANG DIHADAPI PELAKU INDUSTRI KREATIF DI KOTA DEPOK ?
Saya melihat tekad untuk menembus peluang pasar itu yang harus mereka lakukan. Kemudian hal kedua, ada di antara mereka yang sudah bisa melakukan produksitapi kurang gencar untuk melakukan promosi. Ada juga di antara mereka yang belum berani berisiko untuk melakukan ekspansi dengan meminjam dana. Sementara peluang-peluang peminjaman itu sangat banyak. Sebab ada juga orang yang sifatnya safety player, jadi cukup begini saja usahanya sudahlah. Padahal ada peluang untuk memperbesar pasar mereka agar bisa lebih besar lagi.
APA YANG DILAKUKAN PEMKOT DEPOK UNTUK MENDORONG PELAKU INDUSTRI KREATIF AGAR BERANI MEMANFAATKAN KESEMPATAN PEMINJAMAN UNTUK MODAL USAHA?
Untuk menggerakkan hal itu, Pemkot Depok bekerja sama dengan Universitas Indonesia (UI) UKM Center juga sudah melakukan hal yang sama untuk mendorong industri kreatif tapi kami tidak bisa memaksakan kecuali memotivasi mereka dan mendorong mereka. Sebab kan pada akhirnya bukan kami (Pemkot) yang mengambil risiko pada akhirnya. Contohnya kedai soto yang buka stan di Festival Depok bisa semakin maju setelah memanfaatkan fasilitas peminjaman pendanaan modal.
LANGKAH APA SAJA YANG DILAKUKAN PEMKOT DEPOK, SELAIN MENGGELAR FESTIVAL INDUSTRI KREATIF KOTA DEPOK?
Ini adalah agenda tahunan kami. Kegiatan ini sudah memasuki tahun yang keenam melakukan kegiatan ini memfasilitasi pelaku industri kreatif di Kota Depok. Jadi kami bisa lihat seperti apa animo masyarakat ingin mengetahui produk industri kreatif di Depok dan juga bagaimana animo dari pelaku-pelaku industri kreatif untuk memasarkan produknya. Kemudian momentum apa lagi yang mereka perlukan agar produk produk mereka itu bisa semakin laku. Kami pun juga berharap mereka tidak berhenti kepada
kegiatan dari pameran ke pameran, namun produk yang mereka hasilkan harus bisa mengisi forum-forum tempat usaha kecil dan menengah (UKM) di Kota Depok, UKM Center yang ada di ITC Depok.
KEMAJUAN DEPOK ITU PESAT, FASILITAS DAN INFRASTRUKTURNYA SUDAH SEPERTI KOTA METROPOLITAN, APA IMPIAN ANDA UNTUK DEPOK DI MASA DEPAN?
Kami harus terus memiliki kemauan dan tekad untuk memfasilitasi para inovator-inovator agar lebih banyak dan lebih kreatif sehingga orang bisa terus berdatangan ke Kota Depok dan menggunakan produk-produk Kota Depok ini. Adapun produk yang dihasilkan tidak harus hanya untuk orang Depok tapi terpenting dikerjakan oleh orang Depok. Kreativitas warga Depok tidak bisa hanya dibatasi dalam lingkup wilayah Depok saja.
TERAKHIR, APA HARAPAN ANDA DENGA KEGIATAN SEMACAM INI?
Harapan saya kegiatan Festival Industri Kreatif Kota Depok ini sukses. Kegiatan ini bisa meningkatkan pendapatan para pelaku industri kreatif, dan semakin banyak orang yang berminat dan bertekad untuk melakukan kegiatan kewirausahaan supaya daya beli warga Depok semakin tinggi, pengangguran semakin rendah dan IPM Kota Depok semakin membaik.