_mempercepat_swasembada__ict_20151119043236.jpg)
IKREATIFONLINE.COM. Jogja Digital Valley (JDV) merupakan inkubator bisnis bagi ekosistem kreatif digital di bidang teknologi informasi kedua yang berdiri tahun 2013. Sebelumnya ada Bandung Digital Valley (2011) dan terakhir 2014 Jakarta Digital Valley (JakDiva). Keberadaan ketiga tempat bagi ekosistem kreatif digital itu dikembangkan oleh Divisi Digital Business, PT Telkom dan merupakan salah satu rangkaian program CSR TELKOM Indigo di bidang teknologi informasi.
Pranowo Putro, co-founder Tonjo Community Manager JDV menjelaskan tujuan dibangunnya JDV adalah meningkatkan akselerasi jumlah pengembang games, edutainment, music, animation, dan software services di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. “Singkatnya JDV merupakan wadah bagi potential individual developer dan startup companies yang men-supply creative content untuk IT product dan service. Produk mereka kemudian ditawarkan secara aktif ke IT market yang sedang booming saat ini. Salah satunya melalui jaringan distribusi online dan offline yang dimiliki PT Telkom di seluruh Indonesia dan negara lain,” terangnya.
Sebagai pusat sumber daya, JDV didukung oleh berbagai kompetensi yang dibangun dari komunitas-komunitas yang ada. Aspek pendanaan bagi perusahaan pemula (start-up companies) didukung melalui program inkubasi oleh Telkom. JDV juga memberikan edukasi dan pendampingan bisnis bagi seluruh pengembang baik kompetensi teknis maupun kompetensi bisnis sehingga setiap pengembang dapat mengkomersialisasikan hasil inovasinya secara terencana dan tepat sasaran.
Pendampingan teknis diberikan dalam bentuk pembelajaran maupun asistensi dalam melakukan pengembangan aplikasi, dan sosialisasi terhadap tren yang berkembang, melakukan pengujian aplikasi dan lain-lain. Sedangkan bimbingan bisnis diberikan dalam bentuk pembelajaran bisnis seperti analisa peluang pasar, pembuatan business model, asistensi cara menjual dan lain-lain.
Dalam melaksanakan misi itu, JDV menyediakan fasilitas pendukung, mulai dari tahap pengembangan, desain, hingga komersialisasi JDV. Secara operasional JDV dikelola oleh MIKTI (Masyarakat Industri Kreatif Teknologi Informasi & Komunikasi Indonesia). MIKTI merupakan organisasi nirlaba dengan misi mendorong pertumbuhan industri kreatif digital di Indonesia.
Dengan kolaborasi antara TELKOM dan MIKTI yang beranggotakan para profesional dan wirausaha di bidang industri kreatif digital di Indonesia, diharapkan benefit yang diberikan kepada komunitas pengembang menjadi lebih optimal. Sedangkan untuk jangka panjang JDV mempunyai misi untuk mendorong dan mempercepat swasembada ICT khususnya aplikasi dan konten sehingga diharapkan ke depan seluruh kebutuhan aplikasi dan konten mayoritas akan terpenuhi oleh pengembang dalam negeri, selain itu juga mulai dapat tampil di regional dan internasional.
“Sampai saat ini member JDV sudah lebih dari dua ribuan dengan jumlah pengunjung setiap hari mencapai 50-60 orang,” tambah Pranowo. Bagi masyarakat penyuka IT yang ingin menggunakan fasilitas yang ada di JDV harus menjadi anggota. Proses menjadi anggota juga sederhana, hanya mengisi form keanggotaan dengan kartu identitas. Sementara untuk memasuki JDV hanya meninggalkan identitas diri atau member di front office.