Sunday, 13 Aug 2017

20 November 2015

BANDUNG LAUTAN EKONOMI KREATIF

BAHWA IKLIM KOTA BANDUNG HEBAT UNTUK INDUSTRI KREATIF BUKANLAH PEPESAN KOSONG. ADA LANDASAN ILMIAH YANG TERKAIT DENGAN ITU.

BANDUNG LAUTAN EKONOMI KREATIF

 

Teks: Zal Hanif

IKREATIFONLINE.COM. Bukan cerita baru bila di akhir pekan atau libur, jalanjalan di Kota Bandung macet. Bahkan kondisi tersebut, membuat warga Bandung sendiri banyak yang ogah keluar rumah. Pasalnya, di saat weekend, wisatawan lokal ataupun domestik membanjir ke Kota Kembang itu. Apa gerangan yang dicari? Jawabnya banyak. Mulai dari wisata kuliner hingga berbelanja busana. Nah, itu bisa menjadi indikator dahsyatnya industri kreatif di kota itu. Kepala Badan Ekonomi Kreatif RI, Triawan Munaf, mengakui hal itu. Alkisah, sekira minggu ketiga Februari 2015, Triawan berkunjung ke Bandung untuk satu acara yang digelar Bandung Creative City Forum Simpul Space. Selain mengatakan merasa terhormat hadir di Bandung, Triawan berkata bahwa kota itu terkenal dengan kreativitasnya. “Mendengar aspirasi insan kreatif Bandung itu perlu,” katanya kala itu.

Badan Ekonomi Kreatif akan memerjuangkan ekonomi kreatif dengan program prioritas. “Termasuk di situ adalah Proyek Kota Kreatif dengan Kang Emil (Walikota Bandung Ridwan Kamil—red),” mantan musisi rock itu berkata. Dalam hal ini, Bandung menjadi percontohan kota kreatif di Indonesia.

Kreativitas anak-anak muda Bandung juga diakui oleh Menteri Pemuda dan Olah Raga, Imam Nahrawi yang dikatakannya cukup potensial untuk membangun industri kreatif. “Kita harus bersyukur karena kerja sama yang sangat dalam antara masyarakat, komunitas, dan Pemerintah terus memberikan fasilitas dorongan hingga ke promosi. Saya rasa tagline Bandung untuk dunia harus terus didorong,” ucap Imam Nahrawi saat berkunjung ke Bandung Creative City Forum (BCCF), Bandung (17/3).

POTENSI YANG SUDAH DISADARI

Istilah Proyek Kota Kreatif, itu menarik. Hal ini sebenarnya sangat dimahfumi oleh Ridwan Kamil. Begini, beberapa waktu sebelum pertemuan dengan Triawan, Kang Emil menyatakan bahwa Bandung bakal berkembang cepat berkat industri kreatif. “Pelaku sektor UMKM (usaha mikro, kecil, dan menengah) Bandung lebih banyak daripada perusahaan besar. Jadi, tidak seperti Jakarta,” ungkapnya.

Dalam wawancara dengan iKreatif Magazine, Kang Emil menjabarkan keinginan berjuang keras dalam lima tahun membangun Bandung. Keapikan kualitas sumber daya manusia (SDM) Bandung harus bersua dengan kota yang bagus.

Ia ingin Bandung menjadi kota ekonomi kreatif. Semua yang berhubungan dengan ekonomi kreatif pasti diprioritaskan; pendidikan, kawasan, SDM, event, dan lain-lain sejenis.

Iklim Kota Bandung hebat untuk industri kreatif, bukan pepesan kosong. Ada landasan ilmiah terkait itu. Simaklah Analisis Kebijakan Pengembangan Industri Kreatif di Kota Bandung, yang pernah dilansir Jurnal Manajemen Teknologi Institut Teknologi Bandung.

Di situ, dijelaskan bahwa dari hasil metode wawancara yang dilakukan kepada seluruh informan kunci, semuanya berpandangan bahwa Bandung memiliki potensi sebagai kota kreatif. Umumnya, potensi ini dilihat dari potensi SDM di Bandung yang ditunjang oleh banyaknya institusi pendidikan dan tempat untuk menimba ilmu.

Usulan perangkat kebijakan mengenai pengembangan Bandung sebagai kota kreatif yang ditemukan dari hasil analisis dan pengumpulan data, menunjukkan bahwa sebenarnya ada instrumen kebijakan yang bisa digunakanuntuk menyokong industri kreatif. Hanya saja penerapan dari kebijakan tersebutlah yang sering kali tidak memuaskan.

Salah satu usulan yang perlu dicermati adalah program jangka panjang yang membutuhkan komitmen dari semua pihak agar program berkesinambungan, penegakan hukum, dan sosialisasi, juga menjadi kebijakan yang dapat mengefektifkan kebijakan lain. Kebijakan yang hampir selalu disebutkan oleh informan adalah penyediaan ruang publik, infrastruktur, dan hak paten. Demikianlah menurut analisis dari ITB itu.

DESTINASI WISATA ALAM DAN WISATA BELANJA

“Tuhan menciptakan Kota Kembang (Bandung), di saat sedang tersenyum”, begitu anekdotnya. Bandung memiliki reputasi untuk menjadi objek wisata menarik di kawasan Asia. Bandung mampu menarik kunjungan wisatawan domestik, maupun mancanegara. Diperkirakan, 6 juta wisatawan mengunjungi Bandung dalam setahun. Melansir Tempo. co, turis lokal dan asing memilih Bandung sebagai daerah wisata terfavorit di Indonesia pada 2014. Di Asia, Bandung berada pada posisi ke-4 dan peringkat 21 dunia. Kendati para pelancong ini menyebar ke beberapa daerah tujuan wisata alam di Jawa Barat; Kabupaten Garut, Tangkuban Perahu, Kawah Putih dan lainnya, namun mayoritas dari wistawan tersebut menginap di Kota Bandung.

Jadi, Bandung sudah “paket komplit” untuk menjadi kota kreatif nan dahsyat. Komitmen sang walikota yang kebetulan berlatar belakang industri kreatif (arsitek—red), memang ada. Semangat dan kreativitas warga, juga ada. Maka, beralihnya Bandung Lautan Api menjadi Bandung Lautan Ekonomi Kreatif bukanlah hal yang terlalu rumit diwujudkan. Bandung Juara!





NEWSLETTER


creative-ads