
Teks: Rusli M. Tang
IKREATIFONLINE.COM. Berangkat dari kesadaran akan pentingnya kebersihan sebuah kota, program Bandung Clean Action akhirnya disambut positif oleh warga Priayangan. Awalnya hanyalah kegiatan iseng-iseng saja. Memungut sampah yang ada di jalanan Kota Bandung dan dibuang di tempatnya. Car Free Day (CFD) di kawasan Dago, menjadi lokasi aksi bersih-bersih dari pemuda dan pemudi, sebut saja Kang Hendro dan Teh Hani di awal kiprahnya.
Keduanya konsisten melakukan aksi pungut sampah di setiap minggu kurun waktu Oktober-Desember 2013. “Setiap minggu pagi saya CFD mungutin sampah. Datang dari Jakarta dini hari, sampai Bandung lalu mungutin sampah, terus balik lagi ke Jakarta,” kenang Hendro. Virus positif memungut sampah itu pun akhirnya menular ke sejumlah elemen masyarakat. Ada anak-anak, mahasiswa, bahkan orang tua pun mulai ikutan melakukan ‘operasi semut’. “Menarik, karena mereka melakukannya secara sukarela,” ujar Hendro.
Langkah kreatif peduli lingkungan di Bandung yang digagas Kang Hendro dan Teh Nini ini pun berlanjut dengan Program Sejuta Biopori. “Ini teman-teman dapat kepercayaan dari Walikota Ridwan Kamil,” kata Hendro. Dari sinilah akhirnya tercetus membuat suatu program dimana semua orangg bisa berpartisipasi. Namanya Bandung Clean Action, yang diresmikan pada 21 Februari 2014, bertepatan dengan Hari Sampah Nasional.
Menurut Hendro, Bandung Clean Action bukanlah komunitas, karena ini adalah sebuah program inisiasi. Pesertanya dari berbagai macam elemen masyarakat yang memang peduli terhadap kebersihan lingkungan. “Kalau dari sisi kreatifnya adalah bagaimana menyampaikan komunikasi lewat media sosial tweeter, spanduk, dan lani-lain yang bertujuan mengajak orang ikutan program Bandung Clean Action,” kata Hendro, yang tengah menyiapkan Gerakan Walungan Sehat (Gerakan Sungai Bersih—red).
Setidaknya ada empat bidang yang terus dijalani oleh Bandung Clean Action. Pertama, Bidang Konten yang ditujukan bagi mereka yang suka melakukan kajian dan diskusi tentang lingkungan Kedua, Bidang Aksi Teladan, diperuntukkan bagi mereka yang suka beraksi memungut sampah dan melakukan acara lainnya.
Ketiga, Bidang Marketing, khusus untuk mereka yang suka merancang acara yang berkaitan dengan pihak luar. Dan keempat, Bidang Media yang terus menjaga kampanye dan komunikasi Bandung Clean Action. Hendro mengaku bahwa atmosfer Bandung menggugahnya untuk memilih melaksanakan program Bandung Clean Action. Dan ini terbukti setelah berjalan dua tahun. “Ke depan kami terus berusaha mengajak masyarakat agar kegiatan ini mengakar,” ungkap Koordinator Program Bandung Clean Action ini. Kendati Bandung Clean Action ini merupakan organisasi tanpa bentuk, namun setidaknya aksinya sudah bisa langsung di masyarakat. Dan hebatnya lagi, virus positif ini juga sudah menyebar ke kota lain seperti; Karawang, Subang, dan Jakarta.