Friday, 14 Jul 2017

20 November 2015

HELARFEST, PAYUNGNYA KOMUNITAS KREATIF BANDUNG

PESTA KOMUNITAS KREATIF DI KOTA BANDUNG MENAMPILKAN BERBAGAI KARYA DAN BENTUK POTENSI EKONOMI KREATIFNYA.

HELARFEST, PAYUNGNYA KOMUNITAS KREATIF BANDUNG

Teks: Erfendi Eka Putra

IKREATIFONLINE.COM. Helarfest adalah sebuah event yang mengawali berdirinya organisasi Bandung Creative City Forum (BCCF). Event tersebut mewadahi berbagai pameran, konser, workshop, konferensi, seni pertunjukan dan lain sebagainya.

Ketua BCCF Fiki Satari mengatakan, gelaran pertama Helarfest pada 2008 menyelenggarakan 31 event dalam 1,5 bulan, dilanjutkan dengan Helarfest 2009 yang menggelar 67 event selama 2,5 bulan. Helarfest, lanjutnya, merupakan sebuah rangkaian kegiatan perayaan budaya yang ditujukan untuk menampilkan berbagai aktivitas ekonomi kreatif yang diselenggarakan komunitas.

“Program ini dikembangkan BCCF sebagai bagian dari strategi jangka panjang bagi pengembangan platform ekonomi kreatif yang berkelanjutan di Kota Bandung,” kata Fiki. Dia menyebutkan gelaran ini baru kembali terlaksana pada 2012 dengan format yang agak berbeda di mana empat elemen utama Kota Bandung diangkat sebagai tema.

“Empat tema yang diaktivasi oleh berbagai komunitas kala itu adalah Kampung Festival untuk elemen kampung, River Cinema untuk sungai, Uli. bdg untuk taman, dan Lightchestra untuk hutan kota,” paparnya.

BERTEPATAN DENGAN KAA

Tahun ini, bertepatan dengan diperingatinya Konfe-rensi Asia Afrika ke-60, Helarfest akan kembali unjuk gigi. BCCF menggandeng Yohan Totting dan Muhammad Ajie dalam official event dan satellite event. Dalam official event, pihak BCCF akan menggelar berbagai acara. Di antaranya GeekFest, Ulin Nepo, KaSab, Bandung Not for Sale, Balik Bandung Project, pemutaran film 40 Days in Europe, dan Festival Kabaret. Sementara satelite event sendiri nantinya akan menjadi gelaran acara yang dibuat oleh berbagai komunitas yang tersebar luas di Kota Bandung.

Pada kesempatan berbeda, Ridwan Kamil, Wali Kota Bandung menyatakan sengaja menggabungkan dua konsep tersebut supaya memiliki gaung yang lebih luas.

“Kebetulan peringatan KAA itu dirayakan 10 tahun sekali, di 2015. Kita sinkronkan supaya orang-orang asing yang datang ke Bandung dan ingin tahu tentang kreativitas warga Bandung bisa langsung lihat, timingnya pas. Jadi promosinya akan luar biasa karena yang datang akan banyak,” ujar Emil.

Ada sekitar 50 komunitas yang telah menyatakan akan bergabung dalam gelaran ini. Plus, komunitas dari Indonesia dan negara Asia Afrika. Saat ini, Helarfest telah berjejaring dengan South East Asian Creative Cities Network sehingga nantinya sejumlah negara akan turut meramaikan event ini.

Fiki mengharapkan, penyelenggaraan Helarfest 2015 yang bersamaan dengan peringatan KAA bisa meninggalkan jejak; seperti jejak visual, jejak ekonomi, dan jejak infrastuktur.





NEWSLETTER


creative-ads