
Teks: Erfendi Eka Putra
IKREATIFONLINE.COM. Bandung Creative City Forum (BCCF) atau Perkumpulan Komunitas Kreatif Kota Bandung adalah forum lintas komunitas kreatif. Perkumpulan komunitas kreatif yang dideklarasikan pertama kali di Bandung, 21 Desember 2008 ini tak hanya eksis, tapi juga menjadi mitra strategis bagi anak-anak muda kreatif dan Pemerintah Kota dan Kabupaten Bandung.
Kini BCCF yang telah memasuki periode kedua, dipimpin oleh Tb. Fiki C. Satari meneruskan tongkat estafet dari Ridwan Kamil (kini Walikota Bandung). Sehari-hari Fiki, demikian biasa disapa adalah pengusaha clothing “Airplane Systm”. Selain itu, Fiki juga tercatat sebagai ketua organisasi karang taruna se-kota Bandung.
Di usia BCCF yang ke-7, menurut Fiki sudah bergabung ratusan komunitas di BCCF. Dan beragam program telah dilaksanakan secara rutin. Di antaranya yaitu program Helar Festival. Kegiatan ini digelar setiap tahun, sejak 2008 lalu. Helar Festival adalah kegiatan perayaan (festival kota) yang ditujukan untuk menampilkan berbagai potensi ekonomi kreatif yang berkembang di Kota Bandung dan dilaksanakan oleh komunitas- komunitas kreatif Bandung.
“Untuk tahun ini akan digelar bertepatan dan mendukung Konferensi Asia Afrika ke-60 bulan April,” terangnya. Selain jejaring Bandung dari kota-kota di Indonesia, terutama yang selama ini telah berinteraksi dengan BCCF, kegiatan Helar Festival juga mengikutkan jejaring dari kota-kota yang telah bekerja sama dengan Kota Bandung seperti Cebu, Chiang Mai dan Penang, yang tergabung dalam South East Asian Creative Cities Network (SEACCN) serta Hamamatsu dan Seoul.
“BCCF memiliki target di tingkat nasional untuk mengembangkan jejaring kota kreatif Indonesia dan di tingkat internasional untuk mengembangkan jejaring kerja sama antar kota-kota kreatif di Asia,” tambahnya.
Untuk mewadahi berbagai jenis wirausaha kreatif komunitas yang terdapat di Kota Bandung, BCCF juga mendirikan Creative Entrepreneur Network (CEN). CEN melaksanakan kegiatan untuk berjejaring, membangun keterampilan dan pengetahuan bagi wirausahawan lokal melalui workshop, seminar, klinik bisnis, dan sebagainya.
BCCF juga membuat program Semarak Bandung, yaitu rangkaian kegiatan kreatif dengan tujuan untuk mengintervensi ruang publik Kota Bandung berupa Reka Kota, Nyala Bdg Gedung Merdeka & Bragakeun Bragaku.
Tidak sampai di sana, BCCF juga bekerjasama dengan United Nations Environment Programme (UNEP) & Kementrian Lingkungan Hidup (KLH) Indonesia, yang kemudian melahirkan program TUNZA International Children and Youth Conference on Environment.
Dari program TUNZA tersebut, BCCF kemudian mengenal deklarasi Babakan Siliwangi World City Forest. Menetapkan bahwa kawasan Babakan Siliwangi Bandung adalah Hutan Kota Dunia yang wajib untuk dijaga secara bersama-sama. Ruang-ruang publik bagi komunitas pun menjadi salah satu upaya yang diinisiasi oleh BCCF untuk meningkatkan potensi ekonomi kreatif di Kota Bandung. Ruang kreatif itu memfasilitasi segala macam program yang diusung oleh komunitas seperti pameran, diskusi, workshop, presentasi, pertemuan komunitas dan lain sebagainya.