
Teks: Ade Riyan Purnama
IKREATIFONLINE.COM. Dari sejumlah perajin handicraft di Tangerang Selatan (Tangsel), mungkin nama Ade Kresna Suwandi, yang produktif menghasilkan wooden Batik, interior accessories, dan Indonesia exclusive souvenirs layak dikedepankan. Dengan bendera Asta Kriya, Ade telah menorehkan prestasi membanggakan. Salah satunya adalah karena karyanya pernah dijadikan suvenir kepresidenan Indonesia. Ya di era Presiden Susilo Bambang Yodhoyono, wayang kulit karya Ade dijadikan suvenir kepada George W. Bush (Presiden Amerika Serikat, sebelum Barack Obama). Luar biasa bukan?
Bertempat di Kompleks Rempoa Hijau, Tangsel, Ade memulai bisnis handicraft ini sejak tahun 2000. Namun beberapa tahun kebelakang sebelum itu, ia telah mencoba banyak peruntungan di dunia handicraft. “Tahun 1998 saya mencoba ikut pameran di JCC, Jakarta. Dan hasilnya sangat mengejutkan. Karya saya sangat diminati,” cerita Ade antusias. Sejak saat itulah ia mulai berkarya.
Menurutnya, kesuksesan yang diraihnya saat ini jelas bukan perkara mudah. Ia harus melalui banyak rintangan dan kesulitan. Awalnya Ade adalah seorang konsultan irigasi yang mengembara ke berbagai pelosok daerah. Pernikahan kemudian membuatnya mundur dari pekerjaan yang mengharuskan ia membawa anak dan istrinya terjebak di pedalaman. “Kasian mereka, harus ikut sulit karena pekerjaan saya dulu,“ kata Ade sedih.
Lalu Ade melanjutkan kuliah S2-nya dan bekerja di HRD sebuah perusahaan batik. Disitulah ia belajar manajemen. Dari situ pula Ade mendapatkan modal untuk usahanya ini. “Karena saya merasa kurang nyaman bekerja pada orang, jadi saya keluar dan pesangonnya saya gunakan untuk modal usaha,“ terang Ade yang sejak kecil sangat suka pelajaran prakarya.
Asta Kriya mengalami kemajuan yang sangat perlahan, Ade bahkan mengakui bahwa pertumbuhan bisnisnya itu sangat lambat. Penyebabnya bukan karena kendala yang berarti, tapi karena Ade sendiri memang memilih karyawan dari lingkungan sekitar dengan kapasitas yang belum ahli. “Saya harus mendidik mereka dengan sangat perlahan.
Memang jadi sangat pelan, tapi saya senang bisa membantu pemuda-pemuda di sekitar yang putus sekolah,” ujarnya Berbicara mengenai produknya, Ade mengatakan bahwa semuanya diolah dan dihasilkan dengan tangan. Ada sebagian pemotongan dan pengamplasan yang menggunakan mesin, namun untuk membatik, cat dan ukir semuanya menggunakan tangan. “Sampai saat ini sudah ada sekitar 200 produk yang dihasilkan. Yang paling popular itu Frame Gunungan dan Frame Pandawa Lima,” kata Ade bangga. Karyakaryanya ini masuk dalam market middle up dan tidak dijual dengan retail.
Menurutnya, Indonesia masih membutuhkan banyak kerajinan yang khas, namun dengan packaging yang lebih dikreasikan. “Pengrajin boleh saja membuat kerajinan dan karya khas daerah. Tapi untuk tampilannya harus kita kreasikan,“ kata Ade yang menjual produknya dikisarah harga mulai Rp15.000 - Rp6,5 juta.