Wednesday, 17 May 2017

23 November 2015

MENJADI JEMBATAN MAJUNYA INDUSTRI KREATIF

PERAN PERBANKAN DALAM MENUMBUHKAN INDUSTRI KREATIF TERBILANG STRATEGIS .SETIDAKNYA PEMBIAYAAN YANG DIBERIKAN AKAN IKUT MENDORONG LAJUNYA KREATIVITAS PENGUSAHA DI SEKTOR UMKM.

MENJADI JEMBATAN MAJUNYA INDUSTRI KREATIF

 

Teks: Rusli M. Tang

IKREATIFONLINE.COM. Kreativitas akan membuat suatu produk memiliki nilai jual. Namun jika talenta-talenta kreatif tersebut tak didukung oleh sisi permodalan, maka boleh jadi usahanya akan berjalan di tempat. Untuk itulah, pengusaha di industri kreatif membutuhkan sentuhan pembiayaan dalam mendorong laju bisnisnya.

Di antara banyak bank yang memiliki konsentrasi membiayai UMKM, Bank Mandiri termasuk yang cukup ekspansif. Melalui Mandiri Micro Banking Group, bank pelat merah ini justru kian eksis di sektor UMKM. “Sejak berdiri 2005, Mandiri Micro Banking kini sudah menjadi pemain nomor dua,” kata Maswar Purnama, Senior Vice President Micro Banking Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Dengan portofolio kredit sebesar Rp36 triliun pada tahun 2014 dan debitur sebanyak satu juta orang, membuat Mandiri Mikro mengalami kemajuan yang cukup pesat. Dengan dukungan 18.000 karyawan yang tersebar di 3.000 unit bisnis (dari Sabang hingga Merauke), membuat langkah Mandiri Mikro semakin ekspansif. “Pertumbuhan bisnis mikro yang pesat itu merupakan cerminan tumbuhnya pengusaha UMKM di Indonesia,” ujar Maswar.

Jika fokus pembiayaan Mikro Mandiri terkonsentrasi di pasar-pasar, bagaimana dengan pembiayaan di sektor industri kreatif? Diakui Maswar bahwa jajarannya belum mendata secara detail, namun ia mengatakan bahwa banyak kreditur Mandiri Mikro yang merupakan pengusaha di bidang kreatif. Misalnya pembuat perahu karet, pembatik, pembuat tas kulit, pembuat kursi rotan, pembuat kopiah, dan sebagainya.

“Bagi saya pengusaha mikro ini banyak di industri kreatif. Pembuat sendal jepit dari ban bekas misalnya. Jadi kira-kir sekitar 20% dari nasabah kami itu bergerak di industri kreatif,” ujarnya.

Selain konsentrasi dalam pembiayaan, Mandiri Mikro juga sesekali melakukan pendidikan khusus untuk industri kreatif. Misalnya pendidikan khusus bagaiamana menyemai kulit, cara mengawetkan makanan dengan baik, dan lain-lain. “Hal itu istilah kami adalah program pendampingan,” tandasnya. Maswar menambahkan bahwapendampingan itu dilakukan jajarannya secara periodik, triwulan.

Tak hanya program pendampingan, sebab Mandiri Mikro juga ikut menjadi jembatan pengusaha UMKM untuk menggapai sukses misalnya dengan mengikuti debiturnya dalam ajang pameran produk. “Kami hanya bridging supaya mereka tumbuh lebih baik lagi,” kata Maswar.

Mandiri Mikro menargetkan kreditnya tumbuh hingga Rp50 triliun di tahun ini dan debitur tumbuh 200.000 orang. Kendati Mandiri Mikro belum secara spesifik membiayai industri kreatif, namun pihaknya optimistis bahwa pembiayaan di bidang tersebut akan bertambah sesuai penambahan debitur. “Semoga melalui pembiayaan tersebut mereka menjadi lebih baik lagi usahanya dan kapasitas produksinya juga semakin besar, sehingga mampu mempekerjakan orang lebih banyak lagi,” harap Maswar.





NEWSLETTER


creative-ads