Tuesday, 13 Mar 2018

19 November 2015

PIRINGAN HITAN YANG TAK LAGI BERSUARA

Sempat memproduksi sejumlah produk kreatif, Galih akhirnya memastikan jam dinding berbahan piringan hitam menjadi ciri khas karyanya.

PIRINGAN HITAN YANG TAK LAGI BERSUARA

Teks dan Foto : Ade Riyan Purnama

IKREATIFONLINE.COM. Anda memiliki barang-barang tak terpakai? Jangan dibuang dulu. Sebab dengan ide-ide kreatif, barang usang tersebut justru mampu disulap menjadi produk bernilai jual. Tak percaya? Coba tengok apa yang dilakukan oleh Galih Pradipta dengan sejumlah barang “loakan”seperti piringan hitam dan kayu sisa. Lewat sentuhan kreatifnya, kini barang-barang tersebut justru memiliki nilai tambah dan menghasilkan pundi-pundi ke dalam koceknya.

Sejak awal 2015, Galih memutuskan untuk memproduksi sendiri produk kreatifnya yang bernaung di bawah bendera Creavology (gabungan dari bahasa kreatif dan mitologi). Selain jam piringan hitam, Galih juga produktif menghasilkan produk home and decor seperti tempat lampu, meja, kursi, dan sebagainya. “Sejak dulu saya memang suka membuat benda-benda rakitan. Jadi sebenarnya membuat produk seperti saat ini sudah seperti hobi” jelas Galih, ketika ditemui di workshopnya di bilangan Bintaro, Tangerang Selatan.

Berbeda dengan produsen lainnya yang mengejar profit, Galih mengaku masih idealis dan tidak ingin terjebak dalam hitung-hitungan bisnis. “Saya ingin membuat konsep yang benar-benar kreatif dan tak ingin terkesan menjadi online shop,” tegas lelaki kelahiran Jakarta, 6 Juni 1990 ini.

Terkait produk jam berbahan piringan hitam hasil rancangannya, Galih mengaku saat ini masih menjadi primadona di Creavology. Inspirasi desain jam buatannya tak lepas dari hobinya seperti bermusik, fotografi, film, dan otomotif. “Melihat perkembangan zaman akhirnya saya masukan desain grup band legendaris pada jam itu. Pasarnya juga lebih masuk apa-lagi banyak yang fanatik dengan band-band khusus,” ujar arsitek lulusan Universitas Trisakti, Jakarta, ini.  

Secara teknis, jam piringan hitam yang dibanderol seharga Rp200.000-an ini meru-pakan hasil dari teknologi laser cut. Galih sendiri mengikuti semua proses kreatifnya; mulai dari mencari vinyl (piringan hitam) di tempat-tempat penjualan barang bekas, mendesain model jam, hingga mengerjakan finishingnya. “Ya semua ini saya jalani karena dasarnya adalah hobi,” tandas Galih yang gemar mengoleksi televisi zaman dulu. 

Sejauh ini produk jam vinyl karya Galih cukup diterima ma-syarakat. Buktinya sejumlah pelanggan masih aktif memesan kepadanya. Selain produknya unik dan tematik, jam dinding juga memiliki nilai fungsional.  

Belakangan Galih juga produktif menghasil karya-karya home decor seperti meja kayu, kap lampu, rak sepeda, furnitur, dan sebagainya. Selain itu ia juga masih mengerjakan sejumlah proyek idealis yang cukup merogoh koceknya dalam-dalam. “Untuk proyek idealis itu memang lumayan kalau dari segi cost produksinya,“ujar Galih yang juga tercatat sebagai tenaga freelance di bidang fotografi dan design and build ini.





NEWSLETTER


creative-ads